Jenis-jenis Server



JENIS-JENIS SERVER

Kali ini saya akan membahas beberapa jenis server yang sering digunakan dalam Sistem Operasi Linux mulai dari pengertian, fungsi, kelebihan dan kekurangan, hingga cara kerja jenis server itu sendiri. Di bawah ini merupakan beberapa jenis server yang sering digunakan untuk Sistem Operasi Linux. Langsung saja simak pembahasan selengkapnya.


1. DNS (Domain Name System)


DNS adalah sebuah sistem yang berfungsi menerjemahkan alamat IP ke nama domain atau sebaliknya, dari nama domain ke alamat IP.


Fungsi DNS: menerjemahkan hostname menjadi alamat IP address atau sebaliknya, sebagai penyedia alamat IP bagi tiap host.

DNS Server adalah sebuah system yang menyimpan informasi tentang nama host ataupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar di dalam jaringan komputer, misalkan: internet.

Fungsi DNS Server: sebagai database server yang menyimpan alamat ip address yang digunakan untuk penamaan sebuah hostname.

Domain dikelompokkan dalam hirarki, sebagai berikut :

a. Root-Level Domain : merupakan puncak hirarki yang diekspresikan berdasarkan periode. Memiliki ciri khas penambahan titik di belakang domain, misalnya ru.wikipedia.org (tanda titik (.) di belakang .org merupakan root level domain.
b. Top-Level Domain : merupakan kata yang posisinya berada paling kanan dari suatu domain, atau jika dibaca berada paling belakang. Misalnya saja untuk ru.wikipedia.org, maka top level domainnya adalah “.org”. Top level domain dapat berisi second-level domain dan juga host. 

Secara umum, top level domain dibagi lagi menjadi dua, yaitu :

  • · GLTD (Generic Top Level Domain) : adalah TLD yang bersifat general, misalnya : .com (untuk tujuan komersial), .edu (untuk institusi pendidikan), .gov (untuk instansi pemerintahan), .org (untuk organisasi non-profit), dan .net (untuk organisasi jaringan. 
  • · CCLTD (Country Code Top Level Domain): TLD yang didasarkan pada kode negara, misalnya .id (untuk Indonesia), .us (Amerika Serikat), .my (Malaysia), dan sebagainya. 
c. Second-Level Domain : dapat berisikan host dan domain lain, atau sering disebut dengan subdomain. Misalnya saja, pada domain ru.wikipedia.org, maka second level domainnya adalah “wikipedia”.
d. Third-Level Domain : merupakan kata yang letaknya di sebelah kiri second level domain dan dibatasi dengan titik. Misalnya saja, untuk domain ru.wikipedia.org, maka “ru” merupakan bagian third-level domain-nya.
e. Host Name : kata yang terletak di paling depan pada sebuah domain, misal untuk www.nesabamedia.com, maka www adalah nama hostnya. Jika sebuah domain menggunakan host name, maka akan tercipta FQDN (Fully Qualified Domain Name) untuk tiap komputer. Dengan begitu, keberadaan DNS akan terdistribusi di seluruh dunia, dengan tiap organisasi memiliki tanggung jawab terhadap database yang berisikan info mengenai jaringannya masing-masing.


DNS terdiri dari 3 komponen, yaitu :

DNS resolver : adalah klien yang merupakan komputer pengguna, pihak yang membuat permintaan DNS dari suatu program aplikasi. 
Recursive DNS server : adalah pihak yang melakukan pencarian melalui DNS berdasarkan permintaan resolver, kemudian memberikan jawaban pada resolver tersebut.
Authoritative DNS server : pihak yang memberikan respon setelah recursive melakukan pencarian. Respon dapat berupa sebuah jawaban maupun delegasi ke DNS server lainnya. 



Untuk menjalankan tugasnya, server DNS memerlukan program client yang bernama resolver untuk menghubungkan setiap komputer user dengan server DNS. Program resolver yang dimaksud adalah web browser dan mail client. Jadi untuk terhubung ke server DNS, kita perlu menginstall web browser atau mail client pada komputer kita.









Dari gambar di atas, kita bisa sedikit mendeskripsikan cara kerja server DNS sebagai berikut:


a. DNS resolver melakukan pencarian alamat host pada file HOSTS. Jika alamat host yang dicari sudah ditemukan dan diberikan, maka proses selesai.
b. DNS resolver melakukan pencarian pada data cache yang sudah dibuat oleh resolver untuk menyimpan hasil permintaan sebelumnya. Bila ada, kemudian disimpan dalam data cache lalu hasilnya diberikan dan selesai.
c. DNS resolver melakukan pencarian pada alamat server DNS pertama yang telah ditentukan oleh pengguna.
d. Server DNS ditugaskan untuk mencari nama domain pada cache-nya.
e. Apabila nama domain yang dicari oleh server DNS tidak ditemukan, maka pencarian dilakukan dengan melihat file database (zones) yang dimiliki oleh server.
f. Apabila masih tidak ditemukan, pencarian dilakukan dengan menghubungi server DNS lain yang masih terkait dengan server yang dimaksud. Jika sudah ditemukan kemudian disimpan dalam cache lalu hasilnya diberikan ke client (melalui web browser).


Kelebihan DNS, yaitu:

1. Halaman sebuah situs (website atau blog) menjadi lebih mudah untuk diingat.
2. Konfigurasi DNS sangat mudah bagi para admin
3. Menggunakan DNS, tidak akan terjadi perubahan alamat host name, walaupun alamat IP sebuah komputer telah berubah. Artinya, penggunaan DNS cukup konsisten


Kekurangan DNS, yaitu:

1. Adanya keterbatasan bagi para pengguna untuk mencari nama domain untuk halaman situsnya. Beberapa nama domain mungkin sudah dipakai oleh pihak lain.
2. Tidak bisa dikatakan mudah untuk diimplementasikan.

baca juga:
6. Samba Server
7. Proxy Server
8. SSH Server

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)

Samba Server